Semenjak saya lulus dari SMA, saya sempat merasa aneh dengan diri saya.
Tiba-tiba hati saya tergerak untuk suka menulis. Itu datang karena saya suka
membaca karya-karya inspirasi dari penulis-penulis hingga membuat saya berfikir
“kenapa saya nggak jadi seperti mereka”. Karena saya yakin dengan passion baru
saya, yaitu menulis dan saya memulainya dengan mengikuti Kelas Menulis
Online (KMO) dibawah bimbingan coach Tendi Murti. Di KMO saya masuk
di club 08A. Ketika saya tahu ada KMO, saya serasa mendapatkan durian jatuh,
seyum sumringah dan semangat yang berkobar-kobar. Saya sangat berharap melalui
KMO ini saya dapat mengasah dan meningkatkan minat saya dalam dunia
kepenulisan.
Ada beberapa hal yang membuat saya memutuskan diri menjalani dunia tulis
menulis. Diantaranya sebagai berikut,
1. Menulis Adalah Ibadah
Karena pada hakikatnya
manusia diciptakan untuk beribadah kepadaNya. Seperti yang terkandung
dalam surat Adz-Dzariyat:56
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْس
اِلَّالِيَعْبُدُوْنِ
“Aku tidak
menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku”
Nah, salah satu ibadah yang Allah perintahkan adalah
berdakwah. Yaitu menyampaikan dan menyeru orang kepada jalan yang benar. Dakwah
bisa melalui lisan, tulisan dan perilaku/akhlak. Bagi saya dakwah melalui
tulisan itu adalah hal yang menarik. Ketika saya tidak berani menyampaikan
dakwah didepan umum karena khawatir terkesan menggurui maka saya lebih memilih
menulis. Begitulah saya menulis untuk ibadah.
2. Mengikat
Ilmu
Saya ingat dengan kata-kata Sayyidina Ali bin Abi
Thalib dan juga guru-guru saya “Ikatlah ilmu dengan menulis”. Ya, saya
selalu ingat kata-kata iu, karena setiap mata kuliah psikologi kata-kata itu
selalu terucap dari dosen saya yang juga aktif sekali menulis. Saya berusaha
untuk mengikat ilmu-ilmu yang saya dapat dengan menuangkannya kedalam tulisan.
Karena dengan seperti itu saya akan mengurangi resiko lupa, karena menulis itu
merupakan moment dan moment itu sulit untuk dilupakan. Selain agar
lebih ingat, saya juga bisa membuka tulisan tersebut suatu saat nanti.
3.
Memberikan Perubahan
Seperti yang disampaikan coach Tendi, menulis itu
untuk mewujudkan sebuah perbaikan keadaan. Diluar sana banyak sekali
buku-buku/tulisan yang tidak mendidik yang membahas cinta-cintaan anak muda
sekarang yang menjurus pada hal-hal negatif. Dari situ tergerak untuk
memperbaiki keadaan seperti itu dengan menulis. Berharap tulisan saya nanti
mampu memberikan perubahan pada jutaan orang untuk menjadi konsumen yang bijak,
pribadi yang baik, yang tidak terjerat oleh dunia yang semakin membuat moral
orang rendah.
4. Menjadi Produktif
Ya, karena selama ini saya adalah konsumen tulisan.
Dari zaman alif sampai sekarang ini. Maka dari itu saya mencoba untuk
tidak hanya menjadi konsumen saja tapi ingin suatu saat nanti saya bisa jadi
produsen. Menjadi lebih produktif dengan menghasilkan karya.
5. Menambah
Ilmu
Benar lho, menulis itu menambah ilmu. Karena jika kita
mau menulis tentunya kita harus banyak membaca. Dengan banyak membaca maka
wawasan kita akan lebih luas, memperbanyak kosakata, sehingga tulian yang
dihasilkan akan semakin berkualitas.
6.
Menulis = Self Healing
Bagi saya menulis itu salah satu cara mengurangi
beban. Selain curhat dengan Sang Arsitek kehidupan, saya suka curhat melalui
tulisan. Kalau sudah menulis uneg-uneg rasanya lega dan beban pikiran berkurang
bahkan hilang.
7. Meninggalkan
Jejak
Setiap yang bernyawa pasti akan mati, tapi tulisan
atau karya bisa tetap membuatnya abadi. Dengan tulisan, ilmu, ide, pemikiran
dan opini seseorang akan tetap terjaga seperti halnya kita mengenal mereka
malalui tulisan dan karya-karyanya meskipun jasadnya telah wafat tapi tetap
dikenal lewat karya-karyanya tersebut. Jadi saya akan memanjangkan umur saya dengan tulisan.
8.
Penasaran
Ya, saya paling penasaran dengan huruf-huruf abjad yang
hanya sesederhana itu tapi bisa
dirangkai dengan sangat indah. Sedikit orang-orang yang dapat meracik dan
mengolah abjad-abjad itu menjadi kata, kalimat, paragraf bahkan tulisan yang
sangat indah yang dapat menggerakkan hati dan pikiran si pembaca. Maka dari itu
saya ingin menjadi salah satu bagian dari mereka.
Itu tadi alasan-alasan mengapa harus menulis. Masih banyak alasan-alasan
lainnya, tapi mungkin itu saja yang saya paparkan. Nah bagaimana dengan kalian
? Menurut kalian mengapa harus menulis ? Share yuuuk….
Malang, 15 Desember 2016
ainiinia97

Tidak ada komentar:
Posting Komentar