Selasa, 27 Desember 2016
TANTANGAN MUSLIMAH DI ZAMAN MODERN
Tantangan Muslimaha Dizaman Modern
Bismillaahirrohmaanirrohiim.
Sega puji hanya bagi Allah Rabbul’alamiin, yang tiada henti melimpahkan nikmat dan karunia-Nya kepada kita semua, nikmat yang tak terhitung jumlahnya. Bukankah Allah telah berfirman dalam QS An Nahl : 18
اللهِ لَا تُحْصُوْهَا اِنَّ اللهَ لَغَفُوْرٌرَحِيْمٌ نِعْمَةَ تَعُدُّوْا وَاِنْ
“Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, Allah benar-benar Maha Pengampun, Maha Penyayang”.
Salah satu nikmat Allah adalah hidayah, hidayah lahir dalam keadaan Islam, berada ditengah-tengah keluarga Islam. Namun, kadang kita terlena dengan status beragama Islam yang sudah melekat sejaak lahir sehingga tidak bangga dengan syari’at Islam.
Lalu bagaimana dengan muslimah?
Mengapa saya bertanya seperti itu? Karena pada zaman yang semakin modern ini banyak sekali muslimah yang salah dalam memilih jalannya. Karena muslimah sangat rentan sekali terpengaruh oleh dunia luar yang membuat mereka terlena dan lupa dengan identitas dirinya.
Mari kita mengenal kembali identitas para tiang Negara ini.
Apa Itu Muslimah?
Seperti pada umumnya bahwa seorang perempuan yang memeluk keyakinan Islam sering kita sebut muslimah. Tapi apakah gelar muslimah itu disandang pada setiap muslim perempuan ataukah memang gelar tersebut hanya disandangkan pada perempuan tertentu?
Maka kita cari tahu apa itu muslimah. Kata muslimah berasal dari bahasa Arab. Berasal dari kata Muslim (مسلم) adalah secara harfiah berarti “seseorang yang berserah diri kepada Allah”, termasuk segala makhluk yang ada di langit dan bumi. Kata muslim kini merujuk kepada penganut agama Islam saja, kemudian pemeluk agama Islam pria disebut dengan Muslimin (مسلمين), pemeluk Islam wanita disebut Muslimah (مسلمه).
Pengertian dari Muslimah itu ialah seorang wanita yang memeluk keyakinan (Agama) Islam. Jadi setiap perempuan yang dilahirkan ke dunia dan memeluk agama Islam maka patutlah ia menyandang gelar Muslimah.
Menjadi Muslimah adalah amanah yang harus dipikul oleh setiap perempuan Islam. Namun dewasa ini untuk menjadi seorang perempuan yang kaffah dijalan agama yang kita yakini ini tidaklah mudah. Saat ini kita hidup di dunia yang begitu bebas, kebebasan yang hampir tidak ada batasnya. Pilihan bagi kita sebagai Muslimah adalah apakah kita harus mengikuti arus kebebasan yang kian deras, ataukah kita yang seharusnya membuat batasan-batasannya agar kita tidak terseret oleh derasnya arus kebebasan zaman.
Semua itu adalah tantangan untuk kita semua sebagai perempuan yang hidup dimasa kini. Saat dimana kita berpenampilan serba tertutup dikiranya seorang perempuan yang norak bahkan ada yang mengkategorikan kedalam salah satu pengikut golongan radikal.
Tapi seperti apapun itu, sebagai pengikut ajaran yang benar, ajaran yang diridhoi Allah SWT jangan kita berputus asa, karena disetiap zaman ada tantangan-tantangannya sendiri.
Untuk kita perempuan muslimah, semoga kita tetap ada dijalanNya. Sekeras apapun zaman menantang kita, tetaplah tangguh dalam menghadapinya.
Pandangan Masyarakat Terhadap Muslimah Zaman Sekarang
Seperti yang kita ketahui bahwa wanita adalah setengah dari bangsa, karena memiliki pengaruh besar bagi keberlangsungan sebuah bangsa, terlebih wanitalah yang akan melahirkan dan mendidik para generasi bangsa yang akan datang sekaligus member pengaruh pertama kali bagi generasi dan pemimpin bangsa. Itulah sebabnya wanita disebut sebagai tiang Negara.
Dewasa ini memang dunia semakin gila saja. Bagaimana tidak, dulu orang cari uang biar bias tutup aurat tapi sekarang orang buka aurat untuk bias cari uang. Rasululah SAW sudah mengingatkan bahwa fitnah terbesar sepeninggal beliau adalah wanita.
Dalam kehidupan sebagai wanita muslimah di zaman ini, kehidupan dengan segala ‘keanehannya’. Dalam beberapa hal begitu serius, tapi dalam hal-hal yang lain sangat kurang dan jauh dari nilai-nilai agama. Sebagai contoh, kita bisa menyaksikan seorang wanita muslimah yang salehah, melaksanakan syiar-syiar Islam. Namun, tidak menghiraukan kebersihan mulut dan dirinya. Tidak peduli dengan kesehatan dan aroma yang keluar dari mulut atau tubuhnya. Atau sebaliknya, begitu besar perhatiannya terhadap kesehatan dan kebersihan dirinya tapi melalaikan ibadah dan pelaksanaan syiar-syiar Islam. Ada yang semangat belajar Islamnya baik. Antusias menghadiri majelis-majelis ilmu, tapi tidak menjaga lisannya dari ghibah (menggunjing) dan namimah (mengadu domba). Ada yang hubungan pribadinya dengan Allah SWT baik, tapi tidak menjaga hubungan baik dengan tetangga dan teman-temannya. Dan masih banyak lagi contoh-contohnya.
Jadi muslimah itu tantangannya berat, pakai pakaian yang menutup aurat dibilang sok alim, dibilang norak, dibilang kuper dan sebagainya. Justru yang memakai pakaian minim mereka anggap wajar bahkan mereka lebih senang melihat perempuan dengan pakaian seperti itu karena mereka menganggap bahwa itu fashion zaman sekarang.
Tak sedikit muslimah yang awalnya menutup aurat terlena oleh omongan orang dan kemajuan zaman sehingga membuat mereka ingin berpenampilan masa kini tanpa memperhatikan aturan berbusana menurut Islam. Muslimah tersebutlah yang tidak punya pendirian yang suka mengikuti trend yang salah dan menghiraukan kata orang. Bagi mereka yang sudah terlena membuat mereka berfikiran bahwa dengan mengikuti trend zaman sekarang maka mereka akan terlihat lebih cantik dan menarik tanpa memikirkan apa akibat yang akan timbul.
Tapi tidak semua wanita masa kini ter-cap negatif dari pandangan masyarakat. Yang tersebut diatas adalah sebagian masyarakat yang melihat wanita sedang dalam keadaan terseret arus zaman dan wanita-wanita yang tersebut diatas juga sebagian wanita yang sedang dalam keadaan dirinya salah memilih jalannya. Masyarakat akan menilai wanita sesuai dengan apa yang mereka lihat, ketika mereka melihat wanita sholihah maka mereka akan mengatakan yang baik-baik. Jadi penilaian mereka sesuai dengan apa yang mereka amati. Berbeda juga dengan penilaian masyarakat kota dan masyarakat desa, karena kondisi wanita-wanitanya juga sudah sangat jauh berbeda.
Oleh sebab itu, kita sebagai muslimah haruslah pandai-pandai mencerna apa kata orang dan pandai-pandai memilih pergaulan agar tidak salah jalan. Tentunya didasari dengan iman yang kuat, karena semakin zaman modern akan semakin sulit menjaga agar iman kita kuat.
Perbandingan Muslimah Zaman Dahulu dan Zaman Sekarang
Beda wanita zaman dulu dan zaman sekarang adalah wanita zaman dulu tentunya sekarang sudah menjadi tua alias nenek-nenek. Memang benar, seiring bergulirnya zaman, ada perbedaan dari segi norma, sikap, dan cara pandang.
Dulu perempuan-perempuan berakhlak sangat baik dan sangat sopan kepada siapapun, namun sekarang cara mereka berbicara dan berperilaku sangat berbeda dari perempuan zaman dulu. Sekarang sudah jarang sekali menemukan yang berakhlak baik dan sopan tersebut. Apalagi bagi mereka yang tinggal diperkotaan maka akan sangat minim sekali menemukannya.
Itu adalah contoh sebagian kecil saja, masih banyak juga yang masih mempertahankan norma-norma yang baik yang pernah diajarkan oleh orang tuanya atau gurunya. Pada intinya semua itu tergantung pada pribadi muslimah sendiri.
Cara Agar Muslimah Tetap Benar Dijalan Allah
Dalam kehidupan yang semakin modern dan berkembang ini, kita dihadapkan pada gejala fakta fatamorgana, dimana sesuatu yang baik dan benar dianggap asing dan dipandang miring. Maka kewajiban kita adalah bagaimana caranya agar kita tetap berada dijalan yang Allah ridhoi. Melaksanakan semua perintah Allah SWT dan RasulNya serta menjauhi segala larangannya sejauh-jauhnya. Karena kita tahu bahwasannya maut menjemput bisa dimana saja dan kapan saja. Lalu apakah kita mau mati dalam keadaan su’ul khotimah? Sebagai seorang muslim pastilah khusnul khotimah sebagai impian tertinggi pada kehidupan yang fana ini. Cara-cara berikut akan membuat kita tetap berada dijalan Allah, jalan yang diridhoi. Dizaman sekarang ini memang iman kita ssemua sedang diuji, maka bagaimana agar kita tetap terus dijalan Allah, berikut akan terpapar beberapa caranya.
1) Istiqomah
Istiqomah memang tidak mudah namun bukan hal yang mustahil. Apabila diniatkan dengan sungguh-sungguh, maka istiqomah akan mengalir dengan sendirinya, menjadi kebiasaan dan kebudayaan dalam hidup. Istiqomah adalah upaya seseorang untuk menempuh ajaran agama Islam yang benar dengan tidak berpaling ke kanan maupun ke kiri. Istiqomah ini mencakup pelaksaan semua bentuk ketaatan kepada Allah lahir dan batin, dan meninggalkan semua bentuk laranganNya.
Kita tentunya harus mempertahankan norma-norma sebagai seorang muslimah dengan diantaranya tetap istiqomah menutup aurat. Jangan sampai kita terbawa arus zaman sehingga membuat kita kehilangan identias diri kita yang sangat mulia ini.
2) Memiliki Iman Yang Kuat
Tak seorangpun bisa menjamin dirinya akan tetap terus berada dalam keimanan sehingga meninggal dalam keadaan khusnul khotimah. Untuk itu kita perlu merawat bahkan senantiasa berusaha menguatkan keimanan kita. Tsabat (kekuatan keteguhan iman) adalah tuntutan asasi setiap muslim. Karena pada zaman ini kaum muslimah hidup di tengah berbagai macam fitnah, syahwat dan syubhat. Semua itu sangat berpotensi menggerogoti iman. Maka kekuatan iman adalah kebutuhan mutlak. Bahkan lebih dibutuhkan dibanding pada generasi para sahabat, karena kerusakan manusia disegala bidang telah menjadi fenomena umum.
Pembahasan masalah ini berkaitan erat dengan masalah hati. Padahal Nabi SAW bersabda: “Dinamakan hati karena ia (selalu) berbolak-balik. Perumpamaan hati itu bagaikan bulu yang ada di pucuk pohon yang diombang-ambingkan oleh angin.” (HR. Ahmad, Shahihul Jami’ no. 2361)
Maka mengukuhkan hati yang senantiasa berbolak-balik itu dibutuhkan usaha keras, agar hati tetap teguh dalam keimanan.
Muslimah di zaman ini memang benar-benar akan sulit sekali menjaga iman karena godaan dunia yang begitu dahsyatnya. Oleh karena itu kita harus selalu senantiasa menguatkan iman kita agar tidak terjerumus pada hal-hal yang dapat merusak diri kita dan tentunya iman kita.
3) Berpengetahuan Agama
Kita bisa amati bahwa zaman sekarang banyak sekali wanita muslimah yang telah tersebut didalam contoh yang telah terpapar di atas tadi dengan segala macam keanehannya. Kalau kita merasa heran dari ini semua, keheranan kita akan bertambah ketika mengetahui bahwa itu semua muncul dari para wanita muslimah yang memiliki tingkat kesadaran yang cukup baik terhadap agama ini. Dari para muslimah yang tumbuh dalam lingkungan Islam dan memiliki bekal pengetahuan agama yang tidak sedikit ini kadang-kadang dikarenakan tidak peduli atau tidak memiliki pandangan yang utuh yang telah diajarkan Islam. Pandangan yang menyeluruh tentang manusia, kehidupan, dan alam sekelilingnya. Pandangan yang mendorong seseorang untuk melihat segala sesuatu dengan seimbang. Tidak memprioritaskan satu aspek dengan mengorbankan aspek lain.
Orang yang memperhatikan dengan cermat ayat-ayat Qur’an dan hadits-hadits akan mendapati begitu banyaknya dalil yang seharusnya dimiliki wanita muslimah dalam hubungannya dengan orang lain. Tatanan hidup yang mengatur segala sesuatu dari yang besar sampai yang kecil. Semua nash tersebut akan memberikan rambu-rambu yang mengantarkan pada kehidupan yang terarah dan seimbang. Kehidupan yang menjamin kebahagiaan, kesuksesan di dunia dan keberuntungan yang sangat besar di hari kemudian.
Semua ini yang telah digariskan oleh Islam dalam Al-Qur’an dan sunnah akan mengantarkan seorang wanita muslimah mendapatkan kepribadiannya yang asli. Kepribadian yang sejalan dengan fitrahnya. Sehingga melahirkan wanita muslimah yang unggul, mulia dan istimewa dalam peasaan, pemikiran, perilaku dan hubungannya.
Mencapai tingkat tersebut sangatlah penting bagi kehidupan umat manusia secara umum karena wanita memiliki pengaruh yang sangat besar bagi kehidupan generasi mendatang, mencetak para pejuang, menambahkan nilai-nilai, menghiasi kehidupan dengan cinta,kasih sayang dan keindahan serta memenuhi rumah tangga dengan rasa aman, tenang, tentram dan damai.
Wanita muslimah adalah satu-satunya wanita yang sanggup menerangi dunia wanita modern yang telah jenuh dengan filsafat materialism dan pola hidup jahiliyah yang mendomisili kehidupan masa kini. Hal itu dengan mengenalkan dirinya, menghadapkan dirinya pada sumber pemikiran yang murni untuk kemudian menata kembali kepribadiannya yang asli yaitu kepribadian yang telah dibentuk oleh Al-Qur’an dan Assunnah.
Mudah-mudahan Allah SWT memberikan taufik pada kita semua untuk istiqomah dalam agama yang telah dibawa Rasulullah SAW.
Kisah Inspiratif Tokoh Muslimah
Sosok wanita islam dalam peristiwa persebaran agama Islam mungkin saja tak setenar para tokoh pejuang Islam pria. Tapi dalam kiprahnya memperjuangkan islam dan kontribusinya dalam peran perempuan teramat utama. Nama-nama tokoh wanita Islam ini mampu kita jadikan inspirasi. Kisah dan nama tokoh wanita pejuang Islam tak seperti kisah-kisah tokoh wanita utama dunia seperti Elizabeth, Anne Boleyn maupun Joan of Arc yang kisahnya dapat kita tonton dalam sekian banyak film garapan Hollywood.
Tidak sedikit nama tokoh perempuan Islam baik dari era Nabi Muhammad ataupun setelah era Rosul yg terus memberikan kontribusinya dalam dunia Islam baik sebagai ulama, penyair, penulis, prajurit atau pejuang ataupun penguasa.
1. Khadijah binti Khuwailid
Untuk tokoh wanita Islam satu ini tent tak asu sudah tak asing lagi bagi umat Islam yang perjalanan hidupnya dalam meringankan Nabi muhammad dan perjuangan Islam sudah tidak sedikit dikisahkan. Khadijah yaitu istri perdana Nabi Muhammad dan istri yang amat sangat dicintai oleh Nabi. Sebelum Khadijah jadi istri Nabi Muhammad benar-benar telah menjadi tokoh utama warga Makkah disaat itu.
Khadijah merupakan saudagar elit yang dihormati di Makkah. Kecintaan Nabi Muhammad kepada Khadijah ditunjukkan dalam sikap Nabi yang tak memiliki istri lain tidak cuma Khadijah sampai Khadijah meninggal dunia biarpun dalam Islam diperbolehkan untuk memiliki empat istri.
Dalam perjalanan islam, Khadijah ialah orang dan wanita paling awal yang memeluk agama Islam. Dalam hadits Nabi sahih muslim diyakini Nabi Muhammad mengemukakan berkaitan Khadijah (diterjemahkan sebagai berikut) “Tuhan Yg Maha Esa dikehidupan ini tak sempat memberikan orang yang lebih baik dari beliau (Khadijah), beliau menerima aku disaat beberapa orang menolak aku, ia mempercayai aku disaat beberapa orang meragukan aku, beliau memberikan hartanya untuk jalan Allah, dan Allah memberikan anak Cuma lewat dirinya.”
Dan dari Siti Khadijah inilah Nabi Muhammad memiliki satu orang putri bernama Fatimah Al-Zahra dan lewat Fatimah Nabi Muhammad memperoleh dua cucu bernama Al-Hasan dan Al-Husain dan hanya dari sinilah garis keturunan Nabi Muhammad berlanjut. Fakta di atas menjadikan Khadijah dan Fatimah yakni dua tokoh wanita islam paling dihormati.
2. A’isyah binti Abu Bakar
Aisyah merupakan figur wanita Islam yang telah banyak dikisahkan dan barangkali salah satu istri dari Nabi Muhammad yang paling kontroversial. Ketika awal jadi istri Nabi Aishah dikenal kontroversial dari perjuangan dan idenya dalam hal beasiswa, sekolah, politik dan peran wanita di mana dikala itu dikenal juga sebagai hal yang berlawanan dengan rencana konservatif dalam peran wanita dalam islam.
Sepeninggalnya Nabi Muhammad, A’isyah terjun dalam politik dan menentang terang-terangan masa kekhalifahan Sayidina Utsman Ibn Affan dan Sayidina Ali Ibn Abi Thalib Ra. Beliau bahkan turun langsung memimpin kala perang walau hasilnya kalah dan menyatakan diri pensiun dalam politik. Tetapi beliau masih melanjutkkan perjuangannya dalam menyebarkan ajaran agama Islam. Aisyah juga adalah wanita yang telah banyak meriwayatkan hadits dari Nabi Muhammad.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar